Minggu, 21 Agustus 2016

Candi Lawang

Candi Lawang




Lokasi :




        Candi Lawang berada di desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Candi ini dekat dengan Candi Sari dan Tapak Noto. Hanya membutuhkan beberapa menit untuk sampai. Dari Kantor Kelurahan Desa dapat berbelok ke kiri dan mengikuti jalan sekitar 300 meter setelah itu dapat dilihat candi ini disebelah kiri. 
           Akses menuju ke Candi Lawang dapat menggunakan kendaraan mobil pribadi maupun sepeda motor. Candi ini dapat ditempuh dengan mobil sewa yang sama saat mengunjungi Candi Sari. Dapat juga menggunakan angkutan umum yang berongkoskan sekitar Rp 3.000 dari Surowedanan yang nantinya turun di Pasar Cepogo lalu menaiki ojek dengan harga Rp 10.000. Warga desa juga menyediakan mobil sewaan yang akan menjemput penyewa dari perempatan surowedanan dekat RSU Pandanarang, Boyolali. Untuk menyewanya dapat menghubungi kantor desa terlebih dahulu. Biaya yang di butuhkan sekitar Rp 100.000. Warga desa juga akan menyediakan makanan.

           Apabila dari terminal Boyolali maka menaiki angkutan berwarna oren lalu turun di perempatan Surowedanan dan menggunakan bus jurusan Boyolali-selo lalu menggunakan ojek.
        Dari Bandara Adi Soemarmo menggunakan bus trans bernomor 1 yang berongkoskan Rp 4.500 lalu turun di halte depan Solo Square setelah itu menaiki bus tujuan Solo-Semarang dengan harga Rp 10.000 kemudian turun di perempatan Surowedanan dan menaiki bus kecil berongkoskan Rp 3.000 jurusan Boyolali-Selo. Setelah sampai di Pasar Cepogo menaiki ojek seharga Ro 10.000. Dapat juga menggunakan taksi dari bandara.

Tiket

        Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk namun terdapat biaya parker sepeda motor sebesar Rp 2.000.

Jam Operasional

       Dapat dikunjungi kapan saja namun biasanya pengunjung mengunjungi pada pagi hingga sore hari.

Sejarah

        Candi ini merupakan Candi Hindu dan merupakan peninggalan Mataram Kuno, hal itu ditunjukkan oleh keberadaan Yoni serta Arca Durga Mahisasuramardini. Dahulu candi ini digunakan untuk sembahyang para brahmana. Candi Lawang ditemukan pada tahun 1921 oleh warga. Candi Lawang merupakan sebutan dari warga setempat dan bukan merupakan nama asli dari candi tersebut. Warga tidak mengetahui secara pasti nama candi ini. Dahulu rajanya adalah Raja Sri Mahara Rakai Panangkaran. Candi ini ditemukan warga saat ada salah seorang warga yang hendak membangun sebuah bangunan namun ditengah pembangunan ditemukan candi utama lalu dilaporkan pada pemerindah daerah setempat dan akhirnya tanah yang menutupi candi dikeruk . Pemugaran yang terakhir dilakukan pada tahun 2007 dan pada Agustus 2016 ini akan dilakukan pemugaran kembali. Terdapat 4 bangunan yang menyusun candi ini.

Beberapa siswa dari SMA Klaten mengunjungi Candi


Terdapat Puncak Ratna disekitar reruntuhan batu








Terdapat tempat untuk beristirahat yang sudah tidak digunakan


sebuah Yoni


padmasana



Keunikan atau Nilai Penting

       Boyolali merupakan kota yang jarang ditemukan sebuah candi maka Candi Lawang memang patut untuk dikunjungi. Candi ini berada di tengah-tengah permukiman warga dan berada di samping rumah warga. Candi ini masih digunakan umat Hindu untuk bersembahyang pada acara tertentu seperti Galungan, saat kenaikan kelas, anak yang akan mengikuti tes. Sekolah-sekolah disekitar lingkungan candi juga menggunakan candi ini untuk dikunjungi dalam rangka memperlajari apa yang ada di Candi Lawang. Candi Lawang ini berkaitan dengan Ken Arok. Dahulu keluarga serta rakyat Ken Arok tinggal di sekitar Candi Lawang namun karena Ken Arok mengetahui bahwa merapi akan erupsi maka keluarga mereka diboyong pindah maka dari itu kebanyakan warga sekarang beragama islam yang berarti bukan rakyat dari Ken Arok.

Opini

        Menurut saya, Candi Lawang berpotensi untuk menjadi desa wisata. Namun pelestarian candi ini kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah. Candi ini membutuhkan banyak perbaikan agar tertata lebih rapi. Petunjuk yang ada pun sangat terbatas sehingga agak susah untuk mencari Candi Lawang. Candi Lawang berada di tempat yang cukup tenang dan menyejukkan sehingga betah untuk berada disini. Hal tersebut dapat menarik wisatawan apabila diadakan sedikit perubahan dengan membangun sarana dan prasarana yang ada. Fasilitas yang ada di Candi Lawang pun hampir tidak ada. Himbauan untuk wisatawan agar selalu menjaga kebersihan karena bagi saya candi ini sudah cukup bersih. Wisatawan juga dihimbau untuk melestarikan Candi Lawang. Himbauan untuk pemerintah daerah agar lebih mengembangkan wisata yang ada sehingga Candi Lawang dapat dikenal serta berguna bagi warga sekitar contohnya menambah pendapatan daerah.

Sumber :
Mbak Reni, warga setempat yang dikunjungi pada 17 Agustus 2016
http://sasadaramk.blogspot.co.id/2011/11/candi-lawang.html
http://mblusuk.com/301-Candi-Lawang.html





Tidak ada komentar:

Posting Komentar