Candi Lawang
Lokasi :
Candi Lawang berada di
desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Candi ini
dekat dengan Candi Sari dan Tapak Noto. Hanya membutuhkan beberapa menit untuk
sampai. Dari Kantor Kelurahan Desa dapat berbelok ke kiri dan mengikuti jalan
sekitar 300 meter setelah itu dapat dilihat candi ini disebelah kiri.
Akses menuju
ke Candi Lawang dapat menggunakan kendaraan mobil pribadi maupun sepeda motor. Candi
ini dapat ditempuh dengan mobil sewa yang sama saat mengunjungi Candi Sari. Dapat
juga menggunakan angkutan umum yang berongkoskan sekitar Rp 3.000 dari
Surowedanan yang nantinya turun di Pasar Cepogo lalu menaiki ojek dengan harga
Rp 10.000. Warga desa juga menyediakan mobil sewaan yang akan menjemput penyewa
dari perempatan surowedanan dekat RSU Pandanarang, Boyolali. Untuk menyewanya
dapat menghubungi kantor desa terlebih dahulu. Biaya yang di butuhkan sekitar
Rp 100.000. Warga desa juga akan menyediakan makanan.
Apabila dari terminal Boyolali maka menaiki angkutan
berwarna oren lalu turun di perempatan Surowedanan dan menggunakan bus jurusan
Boyolali-selo lalu menggunakan ojek.
Dari Bandara Adi Soemarmo menggunakan bus trans bernomor 1 yang berongkoskan Rp 4.500 lalu turun di halte depan Solo Square setelah itu menaiki bus tujuan Solo-Semarang dengan harga Rp 10.000 kemudian turun di perempatan Surowedanan dan menaiki bus kecil berongkoskan Rp 3.000 jurusan Boyolali-Selo. Setelah sampai di Pasar Cepogo menaiki ojek seharga Ro 10.000. Dapat juga menggunakan taksi dari bandara.
Dari Bandara Adi Soemarmo menggunakan bus trans bernomor 1 yang berongkoskan Rp 4.500 lalu turun di halte depan Solo Square setelah itu menaiki bus tujuan Solo-Semarang dengan harga Rp 10.000 kemudian turun di perempatan Surowedanan dan menaiki bus kecil berongkoskan Rp 3.000 jurusan Boyolali-Selo. Setelah sampai di Pasar Cepogo menaiki ojek seharga Ro 10.000. Dapat juga menggunakan taksi dari bandara.
Tiket
Pengunjung tidak
dikenakan biaya masuk namun terdapat biaya parker sepeda motor sebesar Rp
2.000.
Jam Operasional
Dapat dikunjungi kapan saja namun biasanya pengunjung mengunjungi pada pagi hingga sore hari.
Jam Operasional
Dapat dikunjungi kapan saja namun biasanya pengunjung mengunjungi pada pagi hingga sore hari.
Sejarah
Candi ini merupakan
Candi Hindu dan merupakan peninggalan Mataram Kuno, hal itu ditunjukkan oleh keberadaan
Yoni serta Arca Durga Mahisasuramardini. Dahulu candi ini digunakan untuk
sembahyang para brahmana. Candi Lawang ditemukan pada tahun 1921 oleh warga.
Candi Lawang merupakan sebutan dari warga setempat dan bukan merupakan nama
asli dari candi tersebut. Warga tidak mengetahui secara pasti nama candi ini. Dahulu
rajanya adalah Raja Sri Mahara Rakai Panangkaran. Candi ini ditemukan warga
saat ada salah seorang warga yang hendak membangun sebuah bangunan namun
ditengah pembangunan ditemukan candi utama lalu dilaporkan pada pemerindah daerah
setempat dan akhirnya tanah yang menutupi candi dikeruk . Pemugaran yang
terakhir dilakukan pada tahun 2007 dan pada Agustus 2016 ini akan dilakukan
pemugaran kembali. Terdapat 4 bangunan yang menyusun candi ini.
Beberapa siswa dari SMA Klaten mengunjungi Candi
Terdapat Puncak Ratna disekitar reruntuhan batu
Terdapat tempat untuk beristirahat yang sudah tidak digunakan
sebuah Yoni
padmasana
Keunikan atau Nilai
Penting
Boyolali merupakan kota
yang jarang ditemukan sebuah candi maka Candi Lawang memang patut untuk
dikunjungi. Candi ini berada di tengah-tengah permukiman warga dan berada di
samping rumah warga. Candi ini masih digunakan umat Hindu untuk bersembahyang
pada acara tertentu seperti Galungan, saat kenaikan kelas, anak yang akan
mengikuti tes. Sekolah-sekolah disekitar lingkungan candi juga menggunakan
candi ini untuk dikunjungi dalam rangka memperlajari apa yang ada di Candi
Lawang. Candi Lawang ini berkaitan dengan Ken Arok. Dahulu keluarga serta
rakyat Ken Arok tinggal di sekitar Candi Lawang namun karena Ken Arok
mengetahui bahwa merapi akan erupsi maka keluarga mereka diboyong pindah maka
dari itu kebanyakan warga sekarang beragama islam yang berarti bukan rakyat
dari Ken Arok.
Opini
Menurut saya, Candi
Lawang berpotensi untuk menjadi desa wisata. Namun pelestarian candi ini kurang
diperhatikan oleh pemerintah daerah. Candi ini membutuhkan banyak perbaikan
agar tertata lebih rapi. Petunjuk yang ada pun sangat terbatas sehingga agak
susah untuk mencari Candi Lawang. Candi Lawang berada di tempat yang cukup
tenang dan menyejukkan sehingga betah untuk berada disini. Hal tersebut dapat
menarik wisatawan apabila diadakan sedikit perubahan dengan membangun sarana
dan prasarana yang ada. Fasilitas yang ada di Candi Lawang pun hampir tidak ada.
Himbauan untuk wisatawan agar selalu menjaga kebersihan karena bagi saya candi
ini sudah cukup bersih. Wisatawan juga dihimbau untuk melestarikan Candi
Lawang. Himbauan untuk pemerintah daerah agar lebih mengembangkan wisata yang
ada sehingga Candi Lawang dapat dikenal serta berguna bagi warga sekitar
contohnya menambah pendapatan daerah.
Sumber :
Mbak Reni, warga setempat yang dikunjungi pada 17 Agustus 2016
http://sasadaramk.blogspot.co.id/2011/11/candi-lawang.html
http://mblusuk.com/301-Candi-Lawang.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar